Delegasi IMF Blusukan ke Desa Digital di Denpasar

Denpasar – Sebanyak 53 delegasi IMF-World Bank 2018 dari 14 negara berkunjung ke Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar, Bali. Dalam kunjungan ini, mereka dipamerkan soal inovasi desa digital.

Rombongan ini tiba dengan menumpang tiga bus dan tiga mobil, Selasa (16/10/2018), sekitar pukul 09.30 WITA. Rombongan disambut Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra) dan juga Perbekel (Kepala Desa) Desa Dangin Puri Kangin Ngurah Putrawan.

Delegasi IMF Blusukan ke Desa Digital di DenpasarFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom


Dalam paparannya, Ngurah memamerkan inovasi di desanya yang berupa aplikasi M-Desa Dangri Kangin. Aplikasi itu merupakan layanan administrasi kependudukan berbasis online untuk mengurangi antrean di kantornya.

“Kami mendapat kesempatan yang baik untuk paparan mal pelayanan Desa Dangin Puri Kangin smart city dari desa one data, one budget, one planning dan sebagainya. Terkait M-Desa ada 18 fitur dashboard integrated Dangin Puri Kangin dalam genggaman, kebutuhan surat yang sifatnya rutin dan harian terkait asuransi jaminan kesehatan, BUMDES,” kata Ngurah di kantor Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar, Bali.

Ngurah juga mendemonstrasikan layanan aplikasinya itu. Saat sesi tanya jawab dimulai, satu delegasi asal Norwegia mengaku terkesan dengan aplikasi tersebut dan penasaran penggunaan aplikasi itu bagi seluruh masyarakat desa.

Delegasi IMF Blusukan ke Desa Digital di DenpasarFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Pertanyaan lain datang dari perwakilan World Bank, Iwan, yang mengaku penasaran latar belakang pembuatan aplikasi tersebut hingga mempertanyakan keuntungan penggunaan aplikasi desa tersebut. Ngurah menjelaskan pihaknya merupakan salah satu desa pionir yang menerapkan aplikasi digital.

“Jadi terkait penerapan M-Desa, baru di Kota Denpasar 80% sudah di provinsi Bali. Kadis kebudayaan Bali hadir Dangin Puri Kangin desa pionir dalam penerapan ini dan kebetulan Desa Dangin Puri Kangin lanskapnya nasional terkait desa digital,” terangnya.

Banyak yang apresiasi, dan menerima kunjungan seperti pagi ini dari delegasi IMF-World Bank membawa aspirasi dan inspirasi bisa diterapkan ke seluruh desa yang ada di Bali dan Indonesia,” sambungnya.

Delegasi IMF Blusukan ke Desa Digital di DenpasarFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Ngurah juga menjelaskan ide awal membentuk aplikasi ini adalah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, keterbatasan ruangan menjadi salah satu pemantik timnya berinovasi.

“Pertama kami berpikir ke depan dengan revolusi industri 4.0 perubahan mendasar yang membuat perubahan maksimal. Kami punya tagline pelayanan yang tulus menyejahterakan dengan situs online masyarakat tidak perlu antre. Luas kantor kami kurang dari 1 are itu yang mendasari kami membuat program aplikasi ini, mudah online, cepat, gratis,” paparnya.

“Tahapannya untuk proses pembuatan M-Desa mulai merancang 2013 visi-misi kami selaku kades, digitalisasi, langkah big data harus benar. One data, one management, one budget itu satu kesatuan yang jadi role model dalam perancangannya.
Masyarakat antusias karena bisa didownload di mana saja dan kapan saja,” sambungnya.

Delegasi IMF Blusukan ke Desa Digital di DenpasarFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Ngurah menambahkan dengan aplikasi tersebut kini kantor desanya menjadi lebih sepi. Warga yang sudah memasukkan aplikasi lewat online bisa menunggu surat tersebut di rumahnya.

“Yang jelas penerapan ini kantor desa kami sepi, pelayanan kami kan ada kepala wilayah, diantar ke rumah, (jadi) lebih nyaman. Kami ketemu di medsos, rundown dari kegiatan desa diharapkan masyarakat peduli desa berbasis digitalisasi,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Denpasar juga mengaku bangga dengan inovasi desa di wilayahnya ini. Dia optimistis dengan kunjungan para delegasi IMF-World Bank ini bakal membawa dampak positif bagi pariwisata di Desa Dangin puri Kangin.

“Ini branding yang sangat kuat dan layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin field study, IMF-World Bank ini representasi dunia. Achievement internasional ini jadi branding yang sangat kuat dan memberikan keyakinan pada Sumber Daya Manusia baik pada ASN maupun masyarakat untuk lebih giat dan juga untuk memperkuat community based untuk membangun desanya, ” kata Rai Mantra.

Tonton juga ‘Fahri Komentari Pinjaman Rp 15 T dari Bank Dunia’:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/rns)