Trauma Mendalam Anak yang Dibakar Ibu Kandung

Manado: JM, bocah asal Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten, Kepulauan Sangihe, yang dibakar oleh ibu kandungnya saat ini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Liun Kendahe, Sangihe.

Kondisi JM cukup memprihatinkan. Luka bakar parah yang dialaminya menjalar di sekujur tubuh bocah perempuan berusia sembilan tahun tersebut. Wajah, badan, kedua tangan hingga bokongnya tak luput dari jilatan api yang disulut ibunya sendiri.

“Yang paling parah itu bagian punggung. Lukanya sudah mulai berbau dan bernanah,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawedi Utara Jull Takaliuang, kepada Medcom.id, menceritakan hasil temuan pihaknya saat mengunjungi korban.

Untuk sedikit menghilangkan rasa sakit, disediakan kipas angin kecil yang diarahkan ke tubuh JM yang terlilit perban. Selain itu, setiap dua hari sekali luka bakar JM harus digosok salep. 

“JM membutuhkan salep ini dalam jumlah banyak. Setiap habis mandi harus dioleskan dua tube,” jelas Jull.

Baca: Ibu di Sulut Tega Bakar Anak Kandung

Menurut Jull, selain luka bakar yang cukup menyiksa, JM juga mengalami trauma psikis yang cukup dalam. Itu terlihat dari tingkah JM saat di rumah sakit. Trauma psikis, ujar Jull, terutama kepada sang ibu.

“JM awalnya suka bercerita kepada saya. Juga juga mau makan. Tangan saya terus digenggam. Namun, ketika ibunya tiba dia langsung diam. Kemungkinan dia sangat trauma dengan apa yang dialaminya,” jelas Jull.

Jull memastikan pihaknya akan mengawal ptoses kesembuhan kesehatan dan pemulihan trauma psikis JM. Namun begitu, dirimya meminta masyarakat turut membantu meringankan beban JM khususnya untuk kebutuhan salep.

“Karena ini dibutuhkan dalam jumlah yang banyak untuk menyembuhkan luka bakarnya,” ujar Jull.

(ALB)