Menkeu Ajak Pengusaha Manfaatkan Fasilitas Tax Holiday

Menkeu Sri Mulyani. Dok: AM2018bali.

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan fasilitas tax holiday. Pasalnya sejak dijalankan 2011 lalu, baru sedikit perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitas pengurangan pajak yang diberikan pemerintah.

Sejak 2011-2015 lalu, hanya ada lima wajib pajak (WP) yang mendapatkan fasilitas tax holiday. Sementara saat ini baru delapan WP yang kembali mendapatkan tax holiday setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) direvisi menjadi PMK Nomor 35 Tahun 2018.

“Dan dari 2011 seterusnya sampai 2015 hanya lima wajib pajak yang mendapatkan, dan wajib pajak yang telah betul-betul berproduksi secara komersial adalah tiga wajib pajak,” kata dia di Kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan pemerintah terus berupaya memberikan fasilitas untuk menarik minat investasi di Indonesia. Kemudahan persyaratan yang diberikan pemerintah, akhirnya bisa menarik minat delapan WP untuk memanfaatkan fasilitas tax holiday.

“Sekarang dalam waktu enam bulan kita dapat delapan WP. Pemerintah terus memperbaiki insentif pajak, menciptakan momentum pertumbuhan, mendorong investasi di bidang yang memang kita ingin lihat kemajuannya,” jelas dia.

Dalam PMK Nomor 35 tahun 2018 yang dikeluarkan pada April 2018 lalu, fasilitas tax holiday diberikan 100 persen dengan jangka waktu dibagi dalam beberapa macam tergantung nilai investasi dari perusahan tersebut. Persyaratan yang ditetapkan juga lebih mudah untuk menarik minat investor.

Untuk nilai investasi Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dapat otomatis lima tahun tax holiday 100 persen, investasi senilai Rp1 triliun sampai Rp5 triliun dapat tax holiday tujuh tahun, investasi senilai Rp5 triliun hingga Rp15 triliun dapat tax holiday 10 tahun, investasi senilai Rp15 triliun sampai Rp30 triliun dapat tax holiday 15 tahun, investasi senilai Rp30 triliun lebih dapat tax holiday 20 tahun.

“Dan itu masih kita pertahankan fasilitas 50 persen selama dua tahun sesudah tax holiday selesai. Minimal investasi kita kurangi jadi Rp500 miliar tanpa kecuali,” pungkas dia.

(SAW)